Cara Mengeluarkan Volume Tetap dengan Pompa Peristaltik Pengontrol Kecepatan Dasar

Pompa peristaltik pengontrol kecepatan dasar biasanya tidak memiliki fungsi dosis bawaan. Dalam banyak kasus, Anda hanya dapat mengatur kecepatan pompa dan mengontrol berapa lama pompa beroperasi.

Namun, Anda masih dapat mengeluarkan volume tetap dengan menghitung RPM yang dibutuhkan berdasarkan head pompa, ukuran selang, volume target, dan waktu pengoperasian.

Ide dasar:
Volume tetap = volume per putaran × RPM × waktu pengoperasian

Informasi yang Anda Butuhkan Sebelum Perhitungan

Sebelum menghitung kecepatan, Anda perlu mengetahui hal-hal berikut:

  • Volume target per pengoperasian — misalnya, 120 mL.
  • Rentang kecepatan penggerak pompa — seperti 0,1–600 rpm atau 0,1–350 rpm, tergantung pada model.
  • Spesifikasi kepala pompa — termasuk ukuran selang yang didukung dan volume yang diberikan per putaran (mL/r).
  • Waktu pengoperasian yang diharapkan — misalnya, 10 detik per siklus pengeluaran.

Rumus Perhitungan

Parameter kuncinya adalah mL/r — berapa mililiter yang diberikan pompa per satu putaran penuh.

RPM = Volume target ÷ Volume per putaran ÷ Waktu pengoperasian (dalam menit)

Jika waktu pengoperasian Anda dalam detik, ubah terlebih dahulu ke menit:

Waktu pengoperasian (menit) = Waktu pengoperasian (detik) ÷ 60

Contoh: Mengeluarkan 120 mL dalam 10 Detik

Misalnya, kita menggunakan penggerak BT300N dengan kepala pompa EasyPump I, selang 17#, menargetkan 120 mL per siklus dalam 10 detik.

Menurut spesifikasi kepala pompa, selang 17# menghasilkan sekitar:

Selang 17# = 3,333 mL/r

Konversikan 10 detik ke menit:

10 ÷ 60 = 0,1667 menit

Hitung RPM yang dibutuhkan:

RPM = 120 ÷ 3,333 ÷ 0,1667 ≈ 216 rpm

Atur pompa ke 216 rpm dan jalankan selama 10 detik untuk mengeluarkan sekitar 120 mL.

Siapkan Selang Sebelum Mengeluarkan Cairan

Sebelum memulai proses pengeluaran cairan, pastikan cairan telah sepenuhnya mengisi selang.

Saat pompa digunakan untuk pertama kalinya, atau setelah mengganti selang atau cairan, mungkin ada udara di dalam selang.

Jika Anda langsung memulai penghitungan waktu, pompa mungkin akan menghabiskan beberapa detik pertama untuk mendorong udara alih-alih cairan, menyebabkan volume yang dikeluarkan pertama kali lebih rendah dari yang diharapkan.

Jalankan pompa secara manual hingga cairan mengalir stabil dari saluran keluar tanpa gelembung udara yang terlihat, lalu mulailah siklus pengeluaran yang dihitung waktunya.

Periksa Apakah RPM Berada Dalam Rentang Pompa

Setelah menghitung RPM yang dibutuhkan, selalu verifikasi bahwa RPM tersebut berada dalam rentang kecepatan yang didukung oleh penggerak pompa Anda.

Jika RPM yang dihitung melebihi kecepatan maksimum penggerak, tingkatkan waktu pengoperasian untuk mengurangi RPM yang dibutuhkan. Misalnya, memperpanjang waktu pengoperasian dari 10 detik menjadi 20 detik untuk target 120 mL yang sama mengurangi kecepatan yang dibutuhkan dari ~216 rpm menjadi ~108 rpm.

Mengapa Kalibrasi Penting

Data laju aliran dan mL/r dari pabrikan biasanya diukur menggunakan air dalam kondisi uji standar.

Jika Anda memompa cairan yang berbeda, output sebenarnya mungkin bervariasi.

Faktor-faktor yang memengaruhi akurasi pengeluaran meliputi viskositas cairan, bahan selang, keausan selang, tinggi hisap, tekanan keluaran, dan tekanan balik.

Untuk akurasi yang lebih baik, ukur output sebenarnya dan hitung sendiri nilai mL/r Anda:

mL/r sebenarnya = Volume output terukur ÷ Jumlah putaran pompa

Sebagai alternatif, jalankan pompa pada RPM tetap untuk waktu tetap, ukur outputnya, lalu hitung:

mL/r sebenarnya = Volume output terukur ÷ (RPM × Waktu berjalan dalam menit)

Ringkasan

Pompa peristaltik pengontrol kecepatan dasar dapat digunakan untuk Pengeluaran volume tetap selama Anda mengetahui output selang per putaran, mengatur RPM yang benar, dan mengontrol waktu kerja dengan akurat.

Volume tetap = mL per putaran × RPM × waktu kerja

Untuk hasil terbaik: isi selang terlebih dahulu sebelum mengeluarkan cairan, pastikan RPM yang dihitung berada dalam rentang kecepatan penggerak, dan kalibrasi nilai mL/r aktual saat memompa cairan selain air.

Kembali ke blog